Sabtu, 19 November 2016


  KECELAKAAN DIBALIK KEKAFIRAN


Oleh : miftahul faizah

memeisastra@gmail.com

 Lena terus berlari menghindar dari kejaran kedua temannya.untuk apalagi kalau bukan masalah yang harus diselesaikan.mei dan nya tanpa kenal henti.ana tetap mengejar
            ‘lena!tungguin!!!!!!!!’teriak mei mengejarnya.
Lari,lari,dan lari hingga akhir jalan,ia terhambat oleh cegatan mei dan ana yang berasal dari dua tempat berlawanan arah.pergi kemana lagi sang len transportasi besar adalah satu satunya jalan yang meloloskan dari cegatan . keringat a yang diduga tersangka oleh penghakiman mereka berdua? Jalan besar nan ramai mulai menetes , ia kebingungan bukan kepayang akan penyebrangan jalan.lena tak habis piker , memiliki itu terlalu lama baginya .kanan kiri jalan tak ada yang sepi.mei ana semakin mendekat , lena nekat. Ia langsung mencoba menyebrangi aspal hitam yang berdiameter 10 meter itu tanpa pikir panjang.ditengah tengah jalan…..
            ‘lena ! awas!!!!’ teriak mei meneriakinya dari trotoar.
Dengan kilat mata kepalanya berputar ke arah kiri tepat.Braaaak!!!!!!!!sebuah mobil pribadi berhenti setelah menabrak gadis lena tersebut.ia hanya tergeletak di jalan dengan cucuran darah di mukanya.tetapi masih beruntung jantungnya masih berdetak. Masyarakat sekitar tak tau harus bagaimana kecuali menggerumbuni sang gadis malang ini. Tak ada yang bertanggung jawab, mobil yang menabraknya langsung lari begitu saja tanpa permisi. Tak ada yang mengenal plat nomornya.apalagi mengenal siapa yang menabraknya. Mei dan ana tak lagi menghakiminya.mereka siap turun tangan untuk membawanya lari ke rumah sakit dengan ambulance yang mengerikan suara sirenanya.
                                                            xxxxx
Sepasang suami istri , antini dan feni yang secara tiba tiba ricuh diperjalanan dalam mobilnya . siapa lagi kalau bukan mereka, seorang walikota da dosen matematika . merekalah yang menabrak lena dengan sadis tak bertanggun jawab.
            ‘ayah!ayah gimana tadi yah? Bisanya main kabur aja..?!’tanya feni dengan tegas nan panic.
            ‘ayah tadi panik. Juga ayah gak mau masyarakat tau kalaukita menabrak rakyatnya sendiri ! ‘sahut ayah tegaskan jawabannya dan tetap focus mengendarai.
            ‘apa??jadi…jadi itu maksud ayah ? itukah alasan yang pantas ? harusnya ayah berfikir !!’
            ‘Berfikir apa ?????!!!!’
            ‘kalau ayah harus tanggung jawab apa yang barusan ayah lakuin , yah !!!!!!’
            ‘apa kamu gak malu dengan tabrakan tadi kalau mereka tau kita yang menabrak anak itu ????!!!’
            ‘ayah gak tau kalau martabat kita turun ? siapa anda? Walikota!!!! Tidak ada pemimpin yang sadis kecuali ayah…!!!’
Antoni hanya diam dan secara menhentikan perjalanannya .
            ‘ turun !’ pinta antoni dengan penegasan kecil penuh keseriusan .
‘apa??? ( matanya mulai berlinang seakan akan mengalir pada pipinya ) gak. Gak mungkin terjadi ..’
            ‘turun !!!!!!! aku bilang turun ! jangan kembali ke rumah dan jangan panggil aku ayah !!!pergi jauh jauh !!!!!!!!!!!’bentak ayah mendorongnya ke pintu mobil untuk segera keluar.
            ‘baiklah kalau mau anda seperti itu. Aku akan pergi . tapi lena ikut denganku . dia putriku..’feni menangis merintih dengan pasrah yang luar biasa.
Kaki sang feni segera melangkah keluar dari mobil . ia tak habis emosi . suaminya langsung lari cepat dengan mobilnya tanpa salam . bagaimana perasaannya kini. Padahal ia benar sangat sangat benar. Memang , kebenaran terkadang dianggap suatu kesalahan.
            Dalam kesepiannya ini ia berjalan bersama pikiran yang tak menentu . apa yang harus ia lakukan sehabis ini ? bagaimana respon dari lena putrinya sendiri kalau dia tau orang tuanya bertengkar sampai sampai menceraikan masing masing?perdebatan suami istri memang sering menghasilkan kekerasan bahkan perceraian.pastinya anaknyalah yang menjadi korban utama.
            Diatas trotoar ramai itu feni tak mampu untuk melanjutkan perjalanan yang tak tertuju arah ujungnya. Dalam waktu singkat seorang gadis remaja mengejar dan menghentikan langkah kaki lemas feni.
            ‘bu, tunggu dulu ! berhenti !’teriaknya mengejar sambil melambaikan tangan kirinya yang kosong tak menggenggam.
Dengan terkejut keheranan feni mendengar teriakan dengan reflek ia menengok kea rah sumber teriakan .
            ‘h…h…h…h’hembus gadis itu dengan nafas yang terengah engah setelah ia berhenti dari larinya.
            ‘Ada apa , dik ?’feni semakin heran karna betapa gugupnya gadis tersebut .
            ‘leni…leni…’jawabnya sambil menahan kegugupan.
            ‘ leni kenapa? Bukannya tadi pagi bareng sama kamu ? ‘
Gadis itu semakin aneh ,nafasnya yang tak beraturan itu membuatnya susah untuk mengekuarlan kalimat dari mulutnya . ia hanya menggeleng geleng kepala sambil menunjuk nunjuk kea rah belakang dengan telunjuk kirinya.
            ‘d..d..di..rumah sakit !’
            ‘di rumah sakit ??? maksudnya apa? ‘feni jadi penasaran penuh atas informasinya yang tidak jelas.
            ‘k..k..kecelakaan !’
            ‘apa?? Gak mungkin! Dimana lena sekarang???’
Hati pun terkejut tak terbayang.segeralah gadis tersebut menarik tangan feni yang lemas tak berdaya untuk lari menuju rumah sakit tempat leni istirahat.
            Hati tak kunjung lega . apalagi ditambah ruangan ruma sakit yang menentukan lena di dalamnya.secara perlahan feni mengetuk dan mebuka pintu untuk memastikan keberadaan sang putrid.sekali tikungan itu membuatnya lebih terkejut melihat putrinya berbaring dengan lemas dan kesadaran rendah.
            ‘le..lena???kamu kenapa ,nak ?’tanya feni gugup tak menyangka.
            ‘tadi ..ada kejadian..tabrak lari,bu.’jawabnya lemas.
Seketika feni terdiam membisu dengan pandangan kosong .dalam pikirannya ia terbayang kejadian beberapa jam sebelumnya yang mana ia bersama suaminya menabrak seorang gadis dan kabur begitu saj. Apa yang harus ia lakukan? Apa yang harus ia katakana ? bagaimana jika lena mengetahui bahwa sebenarnya orang tuanyalah yang mencelakai putrinya sendiri ? semua hal ini tak spontan diterangkan feni.meskipun lena adalah anak yang pemaaf terhadap orang tuanya,tetap saja ia akan malu memiliki orang tua yang sekejam itu.
                                                Xxxxxxxx
Tabrakan ini dimulai dari sebuah fitnah yang memihaki lena,mei dan ana.mereka bertiga adalah tiga sekawan .namun entah kenapa persahabatan ini hancur karna fitnah .sebelumnya ,ketika pulang sekolah …
            ‘lena!tadi kenapa kamu lari?’tanya mei kurang jelas
            ‘maksudmu?’lena bingung atas pertanyaannya .
            ‘tadi itu loh..waktu sekolah ..anak anak lagi istirahat ,terus kamu latihan voli,eh…bolanya diplesetin sama kamu.bolanya meleset ,nabrak jendela ,jendela pecah.diposisi jendela itukan ada pak aldo yang lagi bersihin jendela.terus jidatnya kena pecahan kaca .lalu…dia pingsan kan ? darahnya bercucuran tau? Malah kamu kabur..semua guru nyariin kamu buat nanggung jawabin kejadian tadi.tapi abis istirahat kok kamu gak masuk kelas? Bias tanggung jawab gak sih ?’terang mei muak kurang setuju atas kejadian beberapa jam yang lalu.
            ‘tadi aku udah nerangin ,mei.yang buat kecelakaan itu bukan aku.aku bukan kabur ,tadi aku dipanggil orang buat nglakuin sesuat hal.’
            ‘terus siapa dong yang buat pak aldo celaka? Kamu gak usah bohong deh.udah tau pecundang,malah maunya menang.lena..lena..kalau orang tuamu tau kejadian tadi…mungkin..’
            ‘mungkin apa?’sambung lena keras sambil menahn emosi.
            ‘mungkin kamu akan diusir dari rumah.’jawab mei tambah serius.
Sekilat lena menoleh ke arah mei dan ana dengan pandangan serius.ia benar benar tak terima dengan pelecehan dan fitnah yang diucapkan mei.
            ‘kalau kamu orang yang benar,tidak sepantasnya berkata seperti itu !!!!’tegas lena menahan kesedihan .
Begitulah lena marah .ia tak mampu lagi menahan fitnah kedua sahabatnya .ia mencoba untuk menghindari mereka dengan lari searah dengan cepat.begitupun mei dan ana yang semakin bingung atas tingkahnya.mereka tak tau apa yang baru saja diucapkan .entah itu benar atau pun salah, bersambung……

Senin, 14 November 2016

CHILD TERROR


braak!!!!!!suara dobrakan pintu yang tak layak guna terdapat di sebuah

Senin, 16 Mei 2016

puisi renungan



TUHFATUL ATFAL


detik demi detik ku rangkai kata....
suara mendesah hati para jajaran santri
mereka bukan kalangan biasa
melainkan merekan penghafal bait terindah

yang memajukan angka ketakwaan
dari orang tua yang slalu membimbing
tak satu pun yang akan terhalangi
melainkan dia adalah satu2 nya penghianat

inilah dari kami,
itulah dari mereka
kami agak sedikit berbeda
tapi kami bersdatu untuk
menjadi khatimat nadhom....
tuhfatul atfal

Senin, 26 Oktober 2015

artikel kehidupan

  • 4 Langkah Cara Memotivasi Diri Sendiri Dan Orang Lain

    Cara Memotivasi Diri Sendiri Dan Orang Lain Langkah 1: Menemukan Tujuan Yang Memberdayakan Cara pertama dan terpenting adalah mengeset tujuan yang jelas dan memberdayakan. Kita harus membuat sebuah tujuan terukur dan kita benar-benar menginginkannya. Kita harus membuat tujuan yang akan membangkitkan motivasi kita. Tujuan adalah motivasi, memiliki tujuan akan memiliki motivasi. Jika ada tujuan yang […]
    cara memotivasi diri
  • 3 Perusak Motivasi Bagi Pengusaha Pemula Yang Banyak Tidak Disadari

    Mengapa Anda Ingin Menjadi Pengusaha? Ada banyak alasan atau motivasi bagi pengusaha pemula, mengapa mereka mau terjun ke dunia bisnis bahkan tidak sedikit yang berani meninggalkan kenyamanan mereka di dunia kerja. Alasan-alasan itu diantaranya adalah peluang pendapatkan penghasilan yang tak terbatas, kebebasan waktu, menyukai tantangan, dan ingin menjadi bos untuk diri sendiri. Itu adalah motivasi […]
    motivasi bagi pengusaha pemula
  • Anda Bisa Sukses Jika Memiliki 5 Hal Kunci Sukses Ini

    Anda Bisa Sukses Jika … Ada dua hal yang menyebabkan Anda bisa sukses, pertama adalah Anda melakukan cara tertentu untuk meraih sukses, kedua Allah mengijinkan Anda untuk sukses. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakal berserah diri [12.67] Anda Bisa Sukses Jika Mau Berusaha Meskipun ada […