KECELAKAAN DIBALIK KEKAFIRAN
Oleh :
miftahul faizah
memeisastra@gmail.com
Lena terus berlari menghindar dari kejaran kedua
temannya.untuk apalagi kalau bukan masalah yang harus diselesaikan.mei dan nya
tanpa kenal henti.ana tetap mengejar
‘lena!tungguin!!!!!!!!’teriak mei mengejarnya.
Lari,lari,dan
lari hingga akhir jalan,ia terhambat oleh cegatan mei dan ana yang berasal dari
dua tempat berlawanan arah.pergi kemana lagi sang len transportasi besar adalah
satu satunya jalan yang meloloskan dari cegatan . keringat a yang diduga
tersangka oleh penghakiman mereka berdua? Jalan besar nan ramai mulai menetes ,
ia kebingungan bukan kepayang akan penyebrangan jalan.lena tak habis piker ,
memiliki itu terlalu lama baginya .kanan kiri jalan tak ada yang sepi.mei ana
semakin mendekat , lena nekat. Ia langsung mencoba menyebrangi aspal hitam yang
berdiameter 10 meter itu tanpa pikir panjang.ditengah tengah jalan…..
‘lena ! awas!!!!’ teriak mei
meneriakinya dari trotoar.
Dengan
kilat mata kepalanya berputar ke arah kiri tepat.Braaaak!!!!!!!!sebuah mobil
pribadi berhenti setelah menabrak gadis lena tersebut.ia hanya tergeletak di
jalan dengan cucuran darah di mukanya.tetapi masih beruntung jantungnya masih
berdetak. Masyarakat sekitar tak tau harus bagaimana kecuali menggerumbuni sang
gadis malang ini. Tak ada yang bertanggung jawab, mobil yang menabraknya
langsung lari begitu saja tanpa permisi. Tak ada yang mengenal plat
nomornya.apalagi mengenal siapa yang menabraknya. Mei dan ana tak lagi menghakiminya.mereka
siap turun tangan untuk membawanya lari ke rumah sakit dengan ambulance yang
mengerikan suara sirenanya.
xxxxx
Sepasang
suami istri , antini dan feni yang secara tiba tiba ricuh diperjalanan dalam
mobilnya . siapa lagi kalau bukan mereka, seorang walikota da dosen matematika
. merekalah yang menabrak lena dengan sadis tak bertanggun jawab.
‘ayah!ayah gimana tadi yah? Bisanya
main kabur aja..?!’tanya feni dengan tegas nan panic.
‘ayah tadi panik. Juga ayah gak mau
masyarakat tau kalaukita menabrak rakyatnya sendiri ! ‘sahut ayah tegaskan
jawabannya dan tetap focus mengendarai.
‘apa??jadi…jadi itu maksud ayah ?
itukah alasan yang pantas ? harusnya ayah berfikir !!’
‘Berfikir apa ?????!!!!’
‘kalau ayah harus tanggung jawab apa
yang barusan ayah lakuin , yah !!!!!!’
‘apa kamu gak malu dengan tabrakan
tadi kalau mereka tau kita yang menabrak anak itu ????!!!’
‘ayah gak tau kalau martabat kita
turun ? siapa anda? Walikota!!!! Tidak ada pemimpin yang sadis kecuali
ayah…!!!’
Antoni
hanya diam dan secara menhentikan perjalanannya .
‘ turun !’ pinta antoni dengan
penegasan kecil penuh keseriusan .
‘apa??? ( matanya mulai berlinang seakan akan
mengalir pada pipinya ) gak. Gak mungkin terjadi ..’
‘turun !!!!!!! aku bilang turun !
jangan kembali ke rumah dan jangan panggil aku ayah !!!pergi jauh jauh
!!!!!!!!!!!’bentak ayah mendorongnya ke pintu mobil untuk segera keluar.
‘baiklah kalau mau anda seperti itu.
Aku akan pergi . tapi lena ikut denganku . dia putriku..’feni menangis merintih
dengan pasrah yang luar biasa.
Kaki
sang feni segera melangkah keluar dari mobil . ia tak habis emosi . suaminya
langsung lari cepat dengan mobilnya tanpa salam . bagaimana perasaannya kini.
Padahal ia benar sangat sangat benar. Memang , kebenaran terkadang dianggap
suatu kesalahan.
Dalam kesepiannya ini ia berjalan
bersama pikiran yang tak menentu . apa yang harus ia lakukan sehabis ini ?
bagaimana respon dari lena putrinya sendiri kalau dia tau orang tuanya
bertengkar sampai sampai menceraikan masing masing?perdebatan suami istri
memang sering menghasilkan kekerasan bahkan perceraian.pastinya anaknyalah yang
menjadi korban utama.
Diatas trotoar ramai itu feni tak
mampu untuk melanjutkan perjalanan yang tak tertuju arah ujungnya. Dalam waktu
singkat seorang gadis remaja mengejar dan menghentikan langkah kaki lemas feni.
‘bu, tunggu dulu ! berhenti
!’teriaknya mengejar sambil melambaikan tangan kirinya yang kosong tak
menggenggam.
Dengan
terkejut keheranan feni mendengar teriakan dengan reflek ia menengok kea rah
sumber teriakan .
‘h…h…h…h’hembus gadis itu dengan
nafas yang terengah engah setelah ia berhenti dari larinya.
‘Ada apa , dik ?’feni semakin heran
karna betapa gugupnya gadis tersebut .
‘leni…leni…’jawabnya sambil menahan
kegugupan.
‘ leni kenapa? Bukannya tadi pagi
bareng sama kamu ? ‘
Gadis
itu semakin aneh ,nafasnya yang tak beraturan itu membuatnya susah untuk
mengekuarlan kalimat dari mulutnya . ia hanya menggeleng geleng kepala sambil
menunjuk nunjuk kea rah belakang dengan telunjuk kirinya.
‘d..d..di..rumah sakit !’
‘di rumah sakit ??? maksudnya apa?
‘feni jadi penasaran penuh atas informasinya yang tidak jelas.
‘k..k..kecelakaan !’
‘apa?? Gak mungkin! Dimana lena
sekarang???’
Hati
pun terkejut tak terbayang.segeralah gadis tersebut menarik tangan feni yang
lemas tak berdaya untuk lari menuju rumah sakit tempat leni istirahat.
Hati tak kunjung lega . apalagi
ditambah ruangan ruma sakit yang menentukan lena di dalamnya.secara perlahan
feni mengetuk dan mebuka pintu untuk memastikan keberadaan sang putrid.sekali
tikungan itu membuatnya lebih terkejut melihat putrinya berbaring dengan lemas
dan kesadaran rendah.
‘le..lena???kamu kenapa ,nak ?’tanya
feni gugup tak menyangka.
‘tadi ..ada kejadian..tabrak
lari,bu.’jawabnya lemas.
Seketika
feni terdiam membisu dengan pandangan kosong .dalam pikirannya ia terbayang
kejadian beberapa jam sebelumnya yang mana ia bersama suaminya menabrak seorang
gadis dan kabur begitu saj. Apa yang harus ia lakukan? Apa yang harus ia
katakana ? bagaimana jika lena mengetahui bahwa sebenarnya orang tuanyalah yang
mencelakai putrinya sendiri ? semua hal ini tak spontan diterangkan
feni.meskipun lena adalah anak yang pemaaf terhadap orang tuanya,tetap saja ia
akan malu memiliki orang tua yang sekejam itu.
Xxxxxxxx
Tabrakan
ini dimulai dari sebuah fitnah yang memihaki lena,mei dan ana.mereka bertiga
adalah tiga sekawan .namun entah kenapa persahabatan ini hancur karna fitnah
.sebelumnya ,ketika pulang sekolah …
‘lena!tadi kenapa kamu lari?’tanya
mei kurang jelas
‘maksudmu?’lena bingung atas
pertanyaannya .
‘tadi itu loh..waktu sekolah ..anak
anak lagi istirahat ,terus kamu latihan voli,eh…bolanya diplesetin sama
kamu.bolanya meleset ,nabrak jendela ,jendela pecah.diposisi jendela itukan ada
pak aldo yang lagi bersihin jendela.terus jidatnya kena pecahan kaca .lalu…dia
pingsan kan ? darahnya bercucuran tau? Malah kamu kabur..semua guru nyariin
kamu buat nanggung jawabin kejadian tadi.tapi abis istirahat kok kamu gak masuk
kelas? Bias tanggung jawab gak sih ?’terang mei muak kurang setuju atas
kejadian beberapa jam yang lalu.
‘tadi aku udah nerangin ,mei.yang
buat kecelakaan itu bukan aku.aku bukan kabur ,tadi aku dipanggil orang buat
nglakuin sesuat hal.’
‘terus siapa dong yang buat pak aldo
celaka? Kamu gak usah bohong deh.udah tau pecundang,malah maunya
menang.lena..lena..kalau orang tuamu tau kejadian tadi…mungkin..’
‘mungkin apa?’sambung lena keras sambil
menahn emosi.
‘mungkin kamu akan diusir dari
rumah.’jawab mei tambah serius.
Sekilat
lena menoleh ke arah mei dan ana dengan pandangan serius.ia benar benar tak
terima dengan pelecehan dan fitnah yang diucapkan mei.
‘kalau kamu orang yang benar,tidak
sepantasnya berkata seperti itu !!!!’tegas lena menahan kesedihan .
Begitulah
lena marah .ia tak mampu lagi menahan fitnah kedua sahabatnya .ia mencoba untuk
menghindari mereka dengan lari searah dengan cepat.begitupun mei dan ana yang
semakin bingung atas tingkahnya.mereka tak tau apa yang baru saja diucapkan
.entah itu benar atau pun salah, bersambung……
Tidak ada komentar:
Posting Komentar